Friday, September 7, 2012

HUBUNGAN IPTEK DENGAN BIOLOGI


Jubah Harry Potter kini bukan lagi hanya sebuah khayalan. Beberapa mahasiswa dari Universitas di Tokyo telah berhasil menciptakan jubah yang dapat ’menghilang’ . Secara logika, alat tersebut tidak akan mungkin ada di dunia nyata . Namun faktanya , benda tersebut kini telah dirintis .Memang awalnya sulit untuk mempercayai hal tersebut . Tetapi berkat teknologi berbagai hal yang awalnya hanyalah sebatas khayalan belaka kini dapat menjadi nyata .
Tak hanya sampai di situ, kini kemajuan teknologi telah menunjukkan perkembangannya yang sangat pesat. Tak heran, jika kita dapat bertatap muka dengan orang yang tempatnya jauh dari kita . Selain itu kini kita dapat menikmati layanan internet melalui handphone. Yang tak kalah menarik, kini telah dirintis teknologi nano yaitu teknologi yang mengubah ukuran komponen – komponen yang terdapat pada alat – alat elektronik menjadi lebih kecil. Bahkan ukurannya mencapai 1 nano. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan teknologi tentunya.
Namun seiring dengan berkembangnya teknologi tidak lantas kehidupan akan semakin mudah. Mungkin bagi sebagian orang yang sudah mengetahui manfaat dari alat – alat tersebut kehidupannya akan semakin dimanjakan olehnya. Namun tidak sedikit dari masyarakat yang belum memahami manfaat dari alat – alat tersebut .Ironisnya, masih banyak masyarakat yang bahkan belum mengetahui alat – alat tersebut. Hal tersebut kurang lebih disebabkan oleh beberapa faktor , diantaranya : Bangsa Indonesia masih harus berjuang keras dalam pengembangan kemampuan Iptek, karena menghadapi beberapa permasalahan utama dan mendasar, antara lain:
Pertama tingkatan secara umum dalam menyerap dan mengembangkan Iptek masih terbatas pada kemampuan untuk menggunakan dan atau modifikasi. Pada tingkatan seperti ini masih memerlukan upaya lebih besar untuk mampu mengembangkan, menemukan dan menerapkan teknologi baru. Penemuan, pengembangan, dan penerapan teknologi yang benar-benar baru dan sesuai dengan keunggulan komparatif yang ada, untuk yang selanjutnya mampu menempatkan kita pada keunggulan kompetitif.
Kedua pengembangan kemampuan Iptek membutuhkan sumber daya manusia yang cukup, baik dalam kuantitas maupun kualitasnya, sementara itu sumber daya manusia yang tersedia masih sangat terbatas. Gambaran mengenai keadaan ini dengan segera dapat dipahami bilamana dilakukan pembandingan dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia di negara-negara yang telah maju dalam pengembangan kemampuan Ipteknya.
Ketiga anggaran dari usaha pemerintah yang tersedia untuk kegiatan penelitian dan pengembangan yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan kemampuan Iptek masih terbatas pula, sedangkan peran serta swasta dan kalangan industri belum berjalan secara optimal.
Keempat pada tingkatan operasional, sistem dan kelembagaan dalam pengembangan kemampuan Iptek diperkirakan belum memenuhi kebutuhan minimal yang dipersyaratkan agar proses pengembangan kemampuan Iptek berjalan secara efektif dan efisien. Meskipun seara konseptual sistem dan kelembagaan yang ada nampaknya telah cukup mampu menggerakkan, mengarahkan, dan mengendalikan derap langkah pengembangan kemampuan Iptek; namun keluaran yang dihasilkan dalam proses pengembangan kemampuan Iptek belum berjalan secara efektif dan efisien. Tingkatan optimal proses pengembangan kemampuan Iptek yang efektif dan efisien, hanya mungkin dicapai bila kesetaraan dan kesepadanan dalam sisi peningkatan kapasitas Iptek sebanding dengan kebutuhan pemanfaatannya dalam dunia industri dan dunia usaha pada umumnya.
A. Apakah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi itu penting ?
Di zaman yang dituntut serba cepat dan serba praktis ini kita harus dapat ’mengakal –akali’nya . Salah satu caranya dengan pemanfaatan teknologi yang sudah ada. Kita ambil sebuah contoh.
Pak Tono merupakan seorang trainer yang sudah mempunyai ’jam terbang’ ke berbagai kota di luar jawa . Suatu saat ketika ia diminta untuk memberi pelatihan di sebuah kota di luar pulau Jawa . Namun karena pemberitahuan yang mendadak membuat pak Tono belum mempersiapkan materi yang akan ia sampaikan . Ia juga belum mendapatkan sumber yang cocok .Akhirnya dalam perjalanan menuju kota tujuan ia mencari sumber dengan internet dan merancang materinya menggunakan laptop-nya . Tiba – tiba handphone nya berbunyi. Ternyata dari anaknya. Anaknya meminta Pak Tono untuk mengirimkan uang secepatnya dikarenakan suatu hal. Kemudian Pak Tono mengirimkannya menggunakan layanan m- banking nya. Ia teringat bahwa pulsanya sudah hampir habis . Kemudian ia mengisinya dengan layanan pengisian pulsa .
Akhirnya Pak Tono sampai di Bandara . Namun ada hal yang membuatnya gelisah. Ia lupa dengan wajah orang yang harus ia temui di Bandara . Akhirnya ia meminta ketua paitia acara tersebut untuk mengirimkan foto orang yang akan menjemputnya melalui handphone. Akhirnya ia dapat menemui orang yang menjemputnya setelah mendapat foto orang yang menjemputnya.
Dari cerita di atas dapat kita ambil pelajaran manfaat dari sebuah teknologi. Apa jadinya jika Pak Tono tidak memanfaatkan teknologi yang sudah ada dikarenakan tidak mengetahui cara menggunakannya . Mungkin Pak Tono tidak dapat mempersiapkan materi yang akan ia sampaikan . Akibatnya ia tidak jadi memberi pelatihan . Ia telah kehilangan satu kesempatan yang mungkin sangat berharga baginya. Selain itu masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita tersebut berkenaan dengan manfaat teknologi dalam kehidupan sehari – hari.
B. Pentingnya IPTEK dalam kehidupan .
  • Pengembangan kemampuan Iptek menjadi salah satu faktor dominan bagi negara manapun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kemakmuran rakyat, serta melindungi kepentingan dan kedaulatan negara. Terlebih lagi dengan laju perkembangan Iptek yang terus meningkat dengan kecepatan semakin tinggi, maka tiada pilihan lain bagi setiap negara kecuali berupaya semaksimal mungkin untuk mengikuti dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
  • Ada tiga kemungkinan kejadian yang tidak menguntungkan bagi negara manapun yang tidak dapat mengembangkan kemampuan Ipteknya, yaitu:
o Pertama secara relatif maupun absolut mengalami ketinggalan dalam hal tingkat kecerdasan bangsa, kemakmuran rakyat, dan perlindungan terhadap kepentingan serta kedaulatannya.
o Kedua dengan posisi ketertinggalan tersebut, maka kemampuan untuk memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan dalam hubungan antar bangsa menjadi rendah
o Ketiga dalam kondisi inferioritas seperti itu, maka semakin jauh kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dan nilai tambah dari setiap upaya yang dilakukannya.
  • Iptek menjadi kepentingan yang bersifat strategik bagi semua negara untuk dapat mencapai kemajuan dan perkembangan sesuai harapan.
C. Pentingnya Penguasaan IPTEK bagi Generasi Muda
Penguasaan IPTEK bagi generasi muda dinilai sangat penting . Hal tersebut dikarenakan Migrasi atau berpindahnya para ilmuwan dan insinyur terbaik yang dimiliki Indonesia ke negara lain setelah sebelumnya disekolahkan dandiinvestasikan oleh negara dalam program-program pengembangan teknologi.Sehingga sebagai generasi selanjutnya kita diharuskan untuk menguasai IPTEK untuk menyelesaikan masalah – masalah pengembangan teknologi di Indonesia. Ada sebuah fakta mengenai migrasinya para ilmuwan dan insinyur terbaik Indonesia.
1) Tahun 2002, juara dunia sepak bola, Perancis, ditaklukkan oleh Senegal dalam perebutan Piala Dunia. Sebelas pemain sepak bola terbaik yangdimiliki Senegal sebelumnya telah dikecam oleh pencinta sepak bola dandianggap tidak nasionalis. Mereka bermigrasi ke klub-klub sepak bola kelas dunia di Eropa untuk berkompetisi. Fenomena migrasi 11 pemainsepak bola ini mirip dengan peristiwa migrasi ilmuwan Indonesia kenegara lain, sebagaimana juga dialami Jerman, Brasil, Amerika Serikat,Perancis, dan Malaysia. Di Amerika seorang doktor biologi asal Aceh mengabdikan iptek dalam riset bioengineering di Universitas Washington. Beberapa engineer ahliperangkat lunak sedang menapak karier menjadi top level scientist di Microsoft Seattle. Seorang doktor ahli roket lulusan ITB menjadi topscientist di Laboratorium Martin Thiokol, industri pengembang roketluar angkasa penggendong pesawat ulang alik Discoveries, di Utah.Sedangkan program pengembangan pesawat jumbo jet Airbus A380, dan pesawat Regional Jet di Embraer Brazilia berhasil diterbangkan keudara dengan kontribusi analisis engineering dan ratusan gambar teknikyang dibuat oleh 70 ilmuwan terampil, alumni Industri Dirgantara Indonesia.
2) Kini tiap tahun ada 6.000 ilmuwan dan tenaga terampil Jerman mencari lokasi kerja yang mampu menyediakan persoalan berat serta imbalan yang menarik dan menantang kreasi daya cipta mereka. Majalah The Scientist melaporkan satu dari tiap tujuh doktor meninggalkan Jerman menuju Amerika. Di antaranya tiga pemenang hadiah Nobel asal Jerman bekerja di pusat penelitian Amerika. Gerd Kemperman, ahli biologi molekuler Jerman, menyatakan tata cara kerja dan peralatan laboratorium di Amerika lebih memberikan kebebasan dan kemungkinan besar bagi dirinya untuk menemukan formula molekuler baru. Sayonara Jerman, katanya.
3) Di Indonesia, pemerintah kini sibuk dengan sikap antiproteksi dan subsidi. Semua insentif dianggap barang haram dan tanda kemanjaan.
Pemerintah hanya memfokuskan diri pada pengurangan anggaran belanja, yang dipandang dan dikategorikan sebagai "subsidi". Akibatnya kehilangan jangkauan pentingnya iptek untuk kemandirian masa depan bangsa dan kurang sungguh-sungguh menciptakan program yang memberikan kepercayaan kepada kemampuan ilmuwan bangsa sendiri.
4) Sementara di negara lain, ilmuwan Indonesia menemukan surga penelitian. Di Malaysia mereka dipayungi oleh Visi 2020 dan alokasi dana riset. Di Amerika, Jerman, Brasil, dan Malaysia, mereka ikut menikmati pelbagai jenis subsidi tidak langsung dalam program Riset Pengembangan Produk Baru. Di banyak negara, seperti Turki, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Taiwan, terdapat lokasi seperti "silicon valley Amerika" sebagai pusat inkubasi iptek tempat tumbuh berkembangnya embrio penelitian ke dalam dunia bisnis dan komersialisasi, yang bukan tidak mungkin ada ilmuwan Indonesia-nya. Di pusat inkubasi iptek seperti science center itu pemerintah negara tersebut memberi insentif dan kemudahan fasilitas bagi para ilmuwan pencipta karya teknologi untuk berinteraksi dengan sektor riil dan dunia bisnis. Berjuang sendiri
5) Di Indonesia, konsep taman iptek (technology and science park) sebagai pusat inkubator teknologi pernah dilahirkan oleh Sumitro Djojohadikusumo dan dibangun infrastruktur ipteknya oleh BJ Habibie dan dikenal dengan nama Puspiptek Serpong. Kini lokasi tersebut rimbun dengan alang-alang, dan para ilmuwan yang bekerja di sana berjuang sendiri mencari anggaran biaya riset dan kerja sama dengan sektor riil untuk menemukan dan menciptakan karya teknologi terbaiknya. Karena itu, sudah saatnya VISI 2020 dan Grandstrategy IPTEK 2010 dirumuskan kembali. Dengan visi dan grandstrategy iptek yang jelas dan terarah, persoalan bangsa seperti mahalnya biaya energi untuk industri, pengembangan industri petrokimia, eksplorasi minyak di Blok Cepu dan Pulau Natuna, modernisasi mesin tekstil, program benih unggul dalam revitalisasi pertanian, dan modernisasi sistem persenjataan dapat digunakan sebagai wahana yang menantang kreativitas dan kegeniusan para ilmuwan Indonesia. Melalui program kerja yang sistematis dan terencana, ilmuwan dapat ditempatkan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi bangsa berbasis iptek dan dapat didayagunakan untuk peningkatan daya saing Indonesia menuju Supremasi Industri Indonesia. Baik itu industri berbasis sumber daya alam maupun industri yang berdasarkan kadar kecanggihan kandungan ipteknya. Jika VISI 2020 tidak lahir, bukan tidak mungkin, Oscar, genius muda dari Papua, sang juara dunia Olimpiade Fisika, akan berkata: "Sayonara iptek Indonesia...." Dari makalah di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya penguasaan IPTEK bagi generasi muda untuk membangun Indonesia

No comments:

Post a Comment